
Oleh: Nanda Febriandika
Listrik merupakan salah satu sumber energi utama yang mendukung hampir seluruh aktivitas manusia. Mulai dari penerangan, alat komunikasi, hingga peralatan rumah tangga, semuanya membutuhkan energi listrik untuk berfungsi. Namun, tidak semua listrik memiliki bentuk yang sama.
Secara umum, arus listrik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC). Kedua jenis arus ini memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan penggunaannya.
Tegangan DC atau arus searah adalah jenis arus listrik yang mengalir hanya ke satu arah dari kutub positif menuju kutub negatif. Tegangan ini memiliki nilai yang stabil dan tidak berubah terhadap waktu.
Contoh sumber tegangan DC adalah:
Baterai dan aki kendaraan
Panel surya
Power bank atau adaptor DC
Tegangan DC biasanya digunakan pada rangkaian elektronik kecil, seperti sistem mikrokontroler (Arduino, ESP32), perangkat komunikasi, dan peralatan portabel yang membutuhkan arus stabil.
Kelebihan tegangan DC:
Aliran listrik stabil dan mudah dikendalikan.
Cocok untuk perangkat berdaya rendah.
Dapat disimpan dalam baterai.
Kekurangan tegangan DC:
Tidak efisien untuk transmisi jarak jauh.
Sulit diubah tegangannya tanpa konverter khusus.
Tegangan AC atau arus bolak-balik adalah arus listrik yang arah alirannya berubah secara periodik. Tegangan AC digunakan pada jaringan listrik rumah dan industri karena dapat ditransmisikan jarak jauh dengan mudah dan efisien.
Sumber utama tegangan AC adalah generator listrik yang menghasilkan arus bolak-balik dari energi mekanik. Tegangan AC di Indonesia memiliki standar 220 volt dengan frekuensi 50 Hz, yang berarti arus berganti arah sebanyak 50 kali setiap detik.
Contoh penggunaan tegangan AC:
Peralatan rumah tangga (TV, kulkas, setrika, kipas angin)
Lampu penerangan rumah
Mesin-mesin industri
Kelebihan tegangan AC:
Dapat ditransmisikan jarak jauh dengan kehilangan daya kecil.
Tegangannya mudah dinaikkan atau diturunkan dengan transformator.
Lebih efisien untuk kebutuhan besar seperti industri dan rumah tangga.
Kekurangan tegangan AC:
Tidak dapat disimpan langsung di baterai.
Berbahaya jika terkena langsung karena tegangannya tinggi.
| Aspek | Tegangan DC | Tegangan AC |
|---|---|---|
| Arah arus | Searah (tetap) | Bolak-balik (berubah arah) |
| Sumber utama | Baterai, aki, adaptor | PLN, generator |
| Kestabilan | Stabil dan konstan | Berubah sesuai frekuensi |
| Penggunaan utama | Perangkat elektronik kecil | Peralatan rumah tangga dan industri |
| Penyimpanan | Dapat disimpan dalam baterai | Tidak dapat disimpan langsung |
| Frekuensi | 0 Hz | 50 Hz (Indonesia) |
Dalam kehidupan modern, baik tegangan AC maupun DC saling melengkapi.
Peralatan rumah tangga seperti televisi dan komputer memang menerima listrik AC dari stopkontak, tetapi di dalam rangkaian perangkat tersebut, listrik diubah menjadi DC agar rangkaian elektronik dapat berfungsi.
Sistem tenaga surya menghasilkan listrik DC dari panel surya, namun melalui inverter, listrik tersebut diubah menjadi AC agar dapat digunakan untuk peralatan rumah tangga.
Perangkat IoT (Internet of Things) seperti ESP32 dan sensor-sensor umumnya menggunakan DC dengan tegangan rendah (3.3V – 5V).
Dengan memahami perbedaan dan fungsi keduanya, siswa dapat lebih bijak dalam merancang sistem elektronik dan memahami bagaimana energi listrik bekerja di sekitar mereka.
Tegangan AC dan DC adalah dua komponen penting dalam dunia kelistrikan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kegunaan yang berbeda.
Memahami keduanya menjadi dasar penting bagi siswa dalam mempelajari elektronika, otomasi, maupun sistem berbasis mikrokontroler seperti ESP32.
“Listrik bukan hanya tentang daya, tetapi tentang bagaimana manusia mengarahkannya untuk kemajuan.”
— Nanda Febriandika
![]() |
Tati Andriani, S.Pd. MMKepala Sekolah
|